Berawal dari basa basi empat orang anak manusia yang baik
hatinya, Aku, Dara, Dofa dan Zuhri. Pada satu malam saat menikmati teh hangat
dan sate padang, kami sepakat untuk pergi ke salah satu destinasi yang belum
banyak diketahui oleh orang Aceh, Air Terjun Kuta Malaka.
Kuta Malaka adalah salah satu Gampong (desa) di Kecamatan Samahani Kabupaten Aceh Besar. Kawasan ini bisa dibilang tak banyak ditempati warga karena berada di daerah yang berbukit. Terlebih lagi dengan lokasi yang jauh dari perkotaan membuat wisatanya alamnya pun menjadi kurang terawat.
Dari pusat kota Banda Aceh, anda harus menempuh waktu perjalanan dengan sepeda motor sekitar 45 menit. Sebaiknya sebelum pergi ke tempat ini, sesuaikan dengan cuaca. jika hujan, lebih baik tidak memaksakan kehendak untuk tetap pergi. Hal Itu disebabkan jika cuaca hujan, kondisi jalanannya saya jamin 1 juta persen akan becek bahkan berlumpur.
Untuk mencapai lokasi ada baiknya tidak menggunakan mobil karena perjalanan cukup menanjak. Selain jalanan yang tidak beraspal, tanjakan yang cukup terjal pun akan membuat Anda ngos-ngosan untuk menanjak. Bahkan kami harus turun dari motor dan mendorongnya ke atas.
| Salah satu dakian sebelum tiba di puncak. Sayang tak sempat mengabadikannya saat ada kendaraan karena sedang ngos-ngosan, hihi. Foto Zuhri noviandi |
Bagi Anda yang berbadan gemuk memang tak ada pilihan lain selain turun dari motor. Salah satu contoh adalah Dofa. Dengan berat badan yang mencapai 80 Kg, ia harus bersusah payah untuk mendorong motornya. Bagi yang ingin diet, mungkin ini salah satu tempat yang tepat membakar lemak. :D
Setelah menanjak, jika melihat bangunan kosong tanpa hunian di sebelah kanan anda harus berhenti di situ untuk memarkirkan kendaraan. Dari bentuknya, bangunan ini seperti tempat pemberhentian, namun tak terpakai lagi. Di sebelah kiri bangunan terdapat jalan yang hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki. Anda dipaksa untuk mencapai Air Terjun dengan turun gunung sekitar 1 Km. Ikuti saja jejak jalan setapak yang sudah ada.
| Dari sebelah kiri, Aku, dara, dan Dofa. Usai memarkirkan motor, harus menempuh perjalanan kaki lagi, semangat semangat ... Foto Direkam: Zuhri noviandi |
Setelah itu, semua akan terbayar. Anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang cukup mencengangkan dan begitu indah. Air yang begitu dingin dan suasana rindang membuat Anda ingin segera cebur dan merasakan airnya.
Dari cerita-cerita banyak orang yang sudah pernah kesana, air terjun ini memiliki 17 tingkat hingga mencapai mata airnya. tentu masing-masing tingkat mempunyai keunikan bentuk dan keindahan masing-masing. Alih-alih ingin mencapai puncak, kami hanya mampu mendaki hingga ke tingkat ketiga. Lumayan sulit untuk mendaki dan sampai di tiap tingakatannya.
| Fotografer ingin diabadikan gambarnya juga ternyata. Foto: Dofa M Aliza |
Jika sudah cebur ke air, rasanya enggan untuk keluar lagi. Airnya saya jamin bakal menghilangkan penat Anda yang selama ini tersimpan. air mengalir, suara alam, dan dengan rindangnya pohon-pohon menyempurnakan perjalanan yang lelah namun mengasyikan ini. pokoknya pasti Asiiiiiiiikkkkkkk !!!
Kalau pulang jangan terlalu sore ya. biasa, menghindari hal-hal yang tak diinginkan.
Jika kurang tahu tempatnya, jangan sungkan untuk bertanya pada warga sekitar. Sikap ramah mereka akan membuat kita sulit membuat kawasan ini mudah dilupakan.
| Pemandangan dari atas puncak gunung. Foto: Zuhri noviandi |
Tak hanya sampai di sana. Anda serasa tak bisa pulang tanpa mengabadikan gambar lokasi ini. bukan di air terjunnya saja. Sebelum pulang, suasana alam Aceh dari puncak gunung juga menjadi daya tarik wisata ini. saya rekomendasikan Anda untuk pergi ke wisata tak terlupakan di Kuta Malaka.
![]() |
| Sebelum pulang jangan lupa narsis dulu, nanti menyesal. Foto and Edited: Zuhri Noviandi |
Sampai Jumpa Kuta Malaka. Air Terjun Sejuta Cerita. [Rayful mudassir]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar